Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Strategi Trading dan Investasi Kripto Saat Pasar Tak Stabil

Strategi Investasi Kripto Saat Pasar Tak Stabil. Foto pizabay.com


WEBAPP TRADING  - Beberapa waktu paling akhir, pasar asset kripto serta saham mengenyam revisi yang paling berarti. Tiga index pokok pasar saham Amerika sebagai rujukan global, S&P 500, DJIA, serta Nasdaq alami pengurangan.

Di jam yang bertepatan, pasar asset kripto, terpenting Bitcoin alami pengurangan sampai 13 prosen. Ini sebabkan pasar asset kripto mengenyam kehilangan setengah nilainya dari seusai mengenyam all time high dari November 2021.

Head of Growth Zipmex Indonesia Siska Lestari menjelaskan, keadaan pasar pada Mei 2022 cukup tidak serupa dibanding dengan April saat kemarin. Lepas dari karakter asset kripto yang terdesentralisasi, asset kripto masih rawan kepada sentimen pasar.

"Masuk kwartal ke-2  2022, perubahan serta gerakan pasar asset kripto dapat dikatakan cukup stabil serta condong alami pengurangan. Revisi harga pada Mei 2022 muncul karena beberapa argumen," kata Siska, Sabtu (14/5/2022).

Bacalah juga: Beberapa Sentimen Ini Jadi Yang menimbulkan Asset Kripto Ketekan Sejauh Minggu Ini

Argumen paling besar yakni ketetapan The Fed menempatkan Ketetapan Hawkish buat mengatur inflasi. Langkah-langkah yang dicapai The Fed yakni menambah suku bunga rujukan dengan cara bertahap dan menempatkan Quantitative Tightening (QT).

Ketetapan ini membuat tingkat penawaran serta keinginan di pasar jadi rendah dan harga saham jadi menurun.

Hasilnya, investor condong memutuskan menempatkan investasi mereka dari saham serta ekuitas ke instrument tradisionil seperti dolar AS, lantaran dirasa lebih konstan serta tidak spekulatif.

Selain ketetapan The Fed, ada faktor-faktor yang lain yang memengaruhi revisi pasar asset kripto akhir-akhir ini. Keadaan ini dapat dikontrol berbagai perihal, seperti kekuatiran kepada resiko dari diawalinya pengetatan ketetapan moneter pemerintahan Amerika serta teror kelesuan ekonomi.

Diluar itu, pasar pun dikontrol oleh resiko epidemi Covid-19 yang tersebar kembali di China serta berlangsungnya lockdown, serta perselisihan Rusia serta Ukraina yang belum menjumpai titik jelas. Meski begitu, keadaan pasar ini dapat memberikan dukungan untuk banyak investor waktu pendek ataupun waktu panjang.

Taktik trading investor waktu pendek
Investor waktu pendek bisa memakai taktik trading buat mewujudkan keuntungan tiap asset kripto yang dibeli mengenyam peningkatan minor, serta kerjakan pembelian sewaktu terjadi revisi yang sentuh pada ruang titik paling rendah (lower low).

"Sedang buat investor waktu panjang, kondisi ini bisa dipakai buat secara perlahan-lahan kerjakan penumpukan asset kripto yang berpotensi tapi secara harga telah terevisi cukup berarti atau ada pada ruang bosan jual pada timeframe waktu panjang," jadi Siska.

Ia menjelaskan waktu ini keadaan pasar yang terevisi mempunyai sifat sementara dan bukan pertanda yang anyar terjadi buat kali pertama. Sewaktu sentimen sembuh, nilai pasar juga bakal kembali kuat.

"Menjadi investor, kita mesti lagi belajar serta melihat apa yang terjadi di pasar dan pikirkan taktik dengan kepala dingin," sambungnya.

Ada sejumlah cara yang dapat dikerjakan oleh investor di tengahnya keadaan pasar asset kripto yang terevisi:

1. Setimbangkan jatah asset pada portofolio
Investor seharusnya mengevaluasi ulangi asset kripto yang tidak miliki nilai waktu panjang dan mendalami kembali kebolehan prinsipil asset kripto dalam portofolio investasi. Info terkait prinsipil sebuah asset kripto bisa didalami lewat whitepaper yang dipublikasi, integritas klub pembangun, peristiwa harga jual membeli, dan kapitalisasi pasar asset kripto itu.

2. Sempatkan waktu makin banyak buat kerjakan due diligence pada project NFT serta asset kripto lain
Keadaan pasar yang berubah-ubah sebagai jam yang pas buat memandang kebolehan prinsipil beberapa proyek NFT atau project berbasiskan asset kripto yang lain bersama-sama profesionalitas klub di belakangnya. Beberapa proyek dengan prinsipil yang kuat dapat miliki ketahanan yang lebih kompak kepada sentimen negatif dan klub yang selalu ada buat jawab pertanyaan investornya.

3. Pakai basis legal
Beberapa basis miliki spek yang memberinya bonus berbentuk bunga atas tiap asset kripto yang ditaruh. Lewat spek ini, investor akan selalu mendapati perkembangan asset kripto yang dipunyainya lepas dari turun naiknya harga asset kepada mata uang fiat.

Tentulah, investor pun butuh memutuskan basis yang udah kantongi ijin sah dari regulator. Zipmex, contohnya, udah sah teregulasi oleh Bappebti serta Kominfo dan miliki sertifikasi struktur keamanan info berskala internasional ISO27001.

4. Dalami keadaan pasar terbaru dari sumber paling dipercaya
Umumnya asset kripto betul-betul miliki volatilitas yang lumayan tinggi. Karena itu, penting buat memutuskan asset kripto yang pas sesuai sama profile efek yang dipunyai serta selalu melihat perubahan dinamika pasar.

"Investor pun butuh kerjakan kajian secara berdikari serta menanam investasi pada asset kripto yang sesuai sama masing-masing profile efek yang dipunyai serta memutuskan basis investasi yang miliki taktik privat buat perlindungan investor dari resiko negatif fluktuasi pasar," jadi Siska.

Kasus yang sekarang sedang ramai di perbincangkan, berkaitan perombakan harga asset LUNA, Zipmex miliki metode yang unik dalam membuat perlindungan investornya.

"Buat perlindungan portofolio pemakai, kami udah kerjakan delisting asset LUNA di basis Zipmex efisien ini hari. Menjadi ganti rugi, seluruhnya asset LUNA yang dipunyai oleh pemakai Zipmex dapat diubah jadi asset USDT," sibak Siska. (Sumber: kompascom)

Post a Comment for "Strategi Trading dan Investasi Kripto Saat Pasar Tak Stabil"